Fatwa MUI Tentang Asuransi Halal atau Haram

Fatwa MUI Tentang Asuransi

Fatwa MUI Tentang Asuransi Halal atau Haram –¬†Maraknya perkembangan jasa di bidang asuransi membuat masyarakat berbondong-bondong untuk mendaftarkan diri pada jasa tersebut. Tidak hanya kesehatan saja yang bisa dijamin resikonya, namun begitu pula untuk hal lain seperti jiwa maupun bisnis yang bisa diasuransikan.

Fatwa MUI Tentang Asuransi

Fatwa MUI Tentang Asuransi

Fatwa MUI Tentang Asuransi

Tingkat peminatan masyarakat terhadap asuransi akhir-akhir ini digemparkan dengan adanya pendapat bahwa asuransi adalah sesuatu yang belum dipastikan halal atau haram. Masyarakat pun dibuat bingung dengan pernyataan ini. Ada yang mengungkapkan perasaan bersalah, ada pula yang berusaha mencari pembenaran bahwa pelayanan jasa asuransi syariah di Indonesia.

Sebagai penengah dalam hal ini, MUI telah menuliskan pernyataan yang jelas tentang apakah asuransi halal atau  haram. Pada intinya, MUI menyebutkan fatwa tentang haram atau halalnya asuransi berdasarkan syariat islam.

Asuransi akan bernilai halal jika uang yang telah dikumpulkan, dikelola dengan baik dan pengelolannya menggunakan syariat islam. Dengan begitu, apapun jenis asuransinya, selama penggunaan dana masih adil dan bijaksana sesuai dengan syariat islam, maka tidak benar adanya bahwa sistem asuransi tersebut dikatakan haram. Namun demikian pula sebaliknya, bila pengelolaan tidak sesuai dengan syariat islam maka bisa jadi sistem asuransi tersebut tidak halal.

Di samping itu, MUI juga sudah menuliskan di fatwanya bahwa masa depan perlu diisongsong dengan mempersiapkan finansial sejak dini, dan sistem asuransi ini bisa dijadikan sebagai salah satu upaya dalam mempersiapkan penanganan resiko yang terjadi di kemudian hari.

Satu jasa asuransi tentu memiliki pengelolaan dan manajemen yang berbeda dengan jasa asuransi lainnya. Namun, Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim, sehingga seharusnya sudah sepatutnya penyedia asuransi mengelola uang yang didapatkan sesuai dengan keyakinan islam.

Harapannya, jasa asuransi di Indonesia semakin meningkat dan berkembang agar tetap dapat mensejahterakan masyarakat serta membantu masyarakat untuk mendapatkan perlindungan finansial di masa depan. Tidak hanya mensejahterakan masyarakat saja, namun harapannya para penyedia asuransi ini tetap mempertahankan syariat islam di dalam pengelolaannya agar dikategorikan sebagai asuransi halal.